Kawasan PT COR II Dipalang Warga

MORUT – Warga Dusun V Lambolo akhirnya memalang jalan di kawasan PT COR II, Selasa (11/4) sore. Aksi berlanjut hingga Rabu kemarin ini rupanya bentuk kemarahan mereka kepada manajemen perusahaan Nickel itu.

Lambolo merupakan perkampungan kecil di kecamatan Petasia, Morowali Utara. Tempat ini dulunya kampung tua sebelum berubah menjadi desa Ganda Ganda.

“Warga Lambolo sudah memalang jalan hauling PT COR II. Kami sudah menyarankan agar aksi ini disudahi,” kata Bripka Marten di kantor DPRD Morowali Utara, Selasa (11/4) sore.

Bhabinkamtibmas Ganda Ganda dari polsek Petasia itu mengaku tak bisa berbuat banyak . sampai akhirnya meminta bantuan Polres Morowali.

“Nampaknya warga terlanjur kecewa. Agar situasi tetap terkendali, kami akan meminta bantuan pengamanan dari polres,” tandas Marten.

Hubungan antara manajemen PT COR II dengan warga Lambolo semakian hari kian memanas. Gelagat ini sejak beberapa pekan lalu. Dimulai dari aksi demo di depan gerbang perusahaan hingga tiga hari berturut mendatangi gedung DPRD Morowali Utara di Kelurahan Bahoue. Secara resmi, mereka sudah diterima Komisi I dan III.

Tujuannya hanya satu, yakni menuntut manajemen PT COR Industri Indonesia bertanggung jawab atas dampak pendirian smelter di dusun itu.

Menurut Dahlan, aksi turun kampung ini bukan tanpa alasan, ungkap Kepala Dusun tersebut saat ditemui Radar Sulteng di kantor DPRD Morowali Utara, selasa (11/4).

Satu jam sebelumnya, Dahlan bersama puluhan warganya menyampaikan aspirasi. Dia dan seorang warga bernama Misbah beserta dua orang perwakilan dari organisasi kemasyarakatan diterima Ketua DPRD Syarifuddin Hi Masjid di ruang kerjanya.

Selain mereka, Staf  Khusus Bupati Morowali Utara Bidang Hukum Atra Tamehi, empat anggota dewan Ferry Siombo, Hj Megawati, Mitanis Tulaka dan Melky Tangkidi serta Bhabintakmtibnas Ganda Ganda anda Bripka Marten turut hadir kala itu. Sementara dari pihak  PT COR II diwakili Fahrus Ismail.

Dia lantas menjelaskan, awalnya masyarakat sudah menolak kehadiran pabrik pemurnian ore nikel itu. Alasannya, perusahaan tidak melakukan sosialisasi terkait analisis dampak lingkungan atau Andal kepada warga setempat.

“Kepada perwakilan perusahaan disaksikan anggota dewan, tadi saya menanyakan tentang Amdal mereka. katanya sudah ada. Tapi kenapa tidak ada sosialisasi”, kata Dahlan.

Seiring waktu, pihak perusahaan kemudian menawarkan relokasi pemukiman kepada warga Lambolo. Hal itu tidak ditolak warga, asalkan ada keadilan dalam pelaksanaannya .

Bergeser di 3 Desember 2016, lanjut Dahlan, melakukan sosialisasidi kantor Ganda Ganda. Tawaran pemukiman baru warga Dusun V akhirnya ditolak. Alasannya lokasinya berada di Desa Towi, meski masih dalam wilayah petasia.

Berselang dua hari atau 5 Desember 2016, 93 kepala keluarga penduduk Dusun V menandatangani surat pernyataan sikap. Di dalamnya memuat empat poin. Antara lain, warga sepakat tidak menerima rencana relokasi yang ditawarkan PT COR II.

Dua tuntutan lainnya yakni permohonan dana konpensasi akibat dampak pengoperasian pabrik PT COR II sebesar 2,5 juta  per kepala keluarga setiap bulan. Jika dipenuhi, masyarakat tidak lagi menuntut dampak debu, asap dan bising yang ditimbulkan aktivitas pabrik itu.

“Manajemen PT COR II di Lambolo selalu beralasan tidak punya kuasa memenuhi tuntutan kami. Sementara pemilik saham tidak juga memutuskan apakah dana konpensasi itu dibayar atau tidak. Ini persoalannya,” tandas Dahlan.

Karena merasa nasib mereka digantung, Dahlan bersama 6 orang warga Lambolo pergi menemui Bupati Morowali Utara Antripel Tumimomor, Maret 2017 lalu. Kala itu, Bupati menyarankan agar masyarakat di relokasi ketimbang meminta konpensasi dampak  lingkungan kepada PT COR II.

“Pak Bupati menawarkan relokasi sebagai solusi. Kami setuju, asalkan tidak merugikan masyarakat,” ujar dia. (ham)

Sumber: Harian Radar Sulteng, Kamis 13 April 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

|Yayasan Tanah Merdeka | Telepon/fax (0451) 425 892 |Jl. Tanjung Manimbaya III No. 111 B Palu 94113, Sulawesi Tengah |paluytm@gmail.com/ytm@ytm.or.id|