Yayasan Tanah Merdeka
Fokus Pada Riset dan Advokasi Sumber Daya Alam Serta Perburuhan.

Advokasi dan Riset Sumber Daya Alam
- Memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
- Memastikan sumber daya alam dapat memberi manfaat bagi warga
- Mendorong proses transisi energi berkeadilan


Advokasi dan Riset Perburuhan
- Mendorong agar buruh mendapatkan hak yang layak
- Mendorong perbaikan keselamatan dan kesehatan kerja buruh
- Mengkritisi praktek-praktek union busting bagi buruh kawasan pertambangan dan pengolahan nikel
“Persoalan sumber daya dalam dan buruh tak bisa dipisahkan. Tidak jarang pengelolalan sumber daya alam mendiskriminasi buruh hanya sebagai objek. Padahal merekalah subjek utama dalam prosesnya.”

Richard Labiro
Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka
Publikasi
-

Membongkar Gurita Cikeas
Judul Buku : Membongkar Gurita Cikeas (MGC), Di Balik Skandal Bank Century Penulis : George Junus Aditjondro Penyunting : Sigit & Intan Penerbit : GALANGPRESS Cetakan : Pertama, 2010 Tebal : 150 x 230 mm 183 halaman SEJAK diperkenalkan Galang Press pada acara pre-launching (23/12/2009) di Jogjakarta, buku Membongkar Gurita Cikeas (MGC), Di Balik Skandal…
-

Rembulan Pembebasan Pustaka Aditjondro
Di Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2016, penulis dan cendekia kritis George Junus Aditjondro wafat di Palu, Sulawesi Tengah. Ia berangkat dengan tenang setelah dua tahun sebelumnya ia wakafkan buku dan kliping korannya kepada publik lewat perpustakaan Indonesia Buku di Yogyakarta. Titimangsa kematian Aditjondro hanya berpaut tiga hari dari kematian Adisoerjo (1918). Dan dua…
-

Penulis ‘Membongkar Gurita Cikeas’, George Aditjondro, Wafat
TEMPO.CO, Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga George Junus Aditjondro. Penulis buku kontroversial Membongkar Gurita Cikeas itu mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu pagi, 10 Desember 2016, sekitar pukul 04.45 WIB, di Palu, Sulawesi Tengah. Arianto Sangaji, rekan George, mengatakan almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Bala Keselamatan, Palu, sejak dua hari yang lalu karena kondisi kesehatannya…
-

Anticorruption activist George Aditjondro passes away in Palu
Activist, researcher, scholar and former Tempo magazine journalist George Junus Aditjondro died in Palu, Central Sulawesi, on Saturday at 5:45 a.m. local time. He was 70 and died by his widow, Erna Tenge, and son from his earlier marriage, Enrico Suryo Aditjondro. Since 2012 when a stroke affected his health, George had difficulty speaking. He died in…
-

PT.SMI Dinilai Kurang Perhatikan Keselamatan Kerja
Palu (antarasulteng.com) – Yayasan Tanah Merdeka (YTM) menilai PT. Sulawesi Mining Investmen di Kabupaten Morowali kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja bagi karyawannya sehingga menyebabkan beberapa kali kecelakaan yang berakibat fatal menimpa karyawan. Manager Kampanye Yayasan Tanah Merdeka (YTM) Adriansa Manu dalam siaran persnya menguraikan pda 2015, terdapat tiga kali kecelakan kerja yakni seorang buruh asal…
-

Petani Bohotokong Dipenjara, Karena Memanen Kelapa di Tanah Miliknya
Apet Madili (46), seorang petani dan Imam desa Bohotokong, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, harus berurusan dengan Polisi karena mengambil buah kelapa miliknya sendiri. Polisi menangkapnya karena laporan PT Saritama Abadi, salah satu perusahaan perkebunan kelapa di Kabupaten Banggai. Dia juga dituduh telah melakukan perusakan pagar perusahaan. Padahal, pagar itu adalah hasil keringatnya sendiri.…
-

Panen Kelapa di Tanah Sendiri, Petani Bohotokong Malah Masuk Bui
LUWUK, KABAR SELEBES – Seorang petani di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meringkuk di penjara lantaran dituduh mencuri buah yang dipanennya di atas lahan yang disebutnya milik sendiri. Petani yang diketahui bernama Apet Madili (46), asal Desa Bohotokong, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai itu kini tak berdaya dan menunggu proses persidangan. “Dia tidak mencuri. Itu tanahnya sendiri.…
