Yayasan Tanah Merdeka
Fokus Pada Riset dan Advokasi Sumber Daya Alam Serta Perburuhan.

Advokasi dan Riset Sumber Daya Alam
- Memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
- Memastikan sumber daya alam dapat memberi manfaat bagi warga
- Mendorong proses transisi energi berkeadilan


Advokasi dan Riset Perburuhan
- Mendorong agar buruh mendapatkan hak yang layak
- Mendorong perbaikan keselamatan dan kesehatan kerja buruh
- Mengkritisi praktek-praktek union busting bagi buruh kawasan pertambangan dan pengolahan nikel
“Persoalan sumber daya dalam dan buruh tak bisa dipisahkan. Tidak jarang pengelolalan sumber daya alam mendiskriminasi buruh hanya sebagai objek. Padahal merekalah subjek utama dalam prosesnya.”

Richard Labiro
Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka
Publikasi
-

Ruang Udara Dirampas: Konflik Agraria di Morowali Akibat Ekspansi Industri Nikel
Oleh Richard Fernandez Labiro[1] Konflik agraria berbasis udara di Morowali kembali mencuat, menyusul aksi perampasan ruang udara oleh industri nikel yang mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Captive. Masyarakat sekitar dan petani lokal kehilangan hak atas udara dan ruang hidup mereka, akibat dari perluasan area pengolahan bijih nikel yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan dan hak…
-

Aksi Koalisi Anti SLAPP Tuntut Hentikan Kriminalisasi dan Pelanggaran HAM di Industri Nikel Morowali
Foto: massa aksi koalisi SLAPP
-

Gelombang Protes di Morowali, Warga Tagih Komitmen Pemerintah pada Transisi Energi Bersih
MOROWALI – Sejumlah organisasi lingkungan di Morowali, termasuk WALHI Sulteng, Greenpeace, Hijau Semangka, GMNI Morowali, Komit Resist, KLK Morowali, dan Yayasan Tanah Merdeka, menggelar aksi simbolik di Taman Kota Fonuasingko, Kamis (24/10/2024). Mereka memprotes penggunaan energi fosil di kawasan industri nikel dan mendesak pemerintah berkomitmen pada transisi energi bersih. Peserta aksi membawa miniatur Pembangkit Listrik…
-
![Eksploitasi & Kekerasan Berbasis Gender Yang Sengaja Disembunyikan Pengusaha Industri Nikel Di Morowali[1]](https://ytm.or.id/wp-content/uploads/2024/10/f52d9b59-9b74-4e2e-be64-2c28a7a82417.jpg)
Eksploitasi & Kekerasan Berbasis Gender Yang Sengaja Disembunyikan Pengusaha Industri Nikel Di Morowali[1]
foto: sekitar kawasan PT. IMIP di Desa Labota
-

Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketimpangan: Menggali Dampak Sosial dan Lingkungan dari Industri Nikel di Sulawesi Tengah
Pada Triwulan II tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan sebesar Rp. 95.360,93 milyar. Progresnya ekonomi Sulawesi Tengah ditopang usaha strategis seperti Industri Pengelolahan 6. 83%, pertambangan dan galian 1,05% serta pertanian kehutanan dan perikanan menyumbang 0,60% sumber pertumbuhan untuk PDRB Sulawesi Tengah. Maka, secara nasional Pulau Sulawesi [inklud SulawesiTengah] menyumbang pertumbuhan…
-

Alami Krisis Air Bersih, Warga Towara Unjuk Rasa
PALU- Puluhan perwakilan warga desa Towara, Morowali Utara (Morut), mahasiswa tergabung dalam fraksi bersih-bersih Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan aksi unjuk rasa, di depan kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (27/9). Aksi unjuk rasa tersebut menuntut kepada pemerintah Provinsi dan dinas terkait akibat dari sejumlah aktivitas perusahaan tambang berdampak rusaknya sumber mata air dan pencemaran udara (debu)…
-

Dampak Operasi Jetty PT IHIP terhadap Para Nelayan Desa Ambunu
Jetty PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) di Kecamatan Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah, telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan nelayan di Desa Ambunu. Proses reklamasi yang terjadi di sekitar pelabuhan memaksa nelayan untuk mencari ikan di lokasi yang lebih jauh, menyebabkan pengeluaran bahan bakar meningkat drastis. Nelayan yang sebelumnya hanya membutuhkan waktu 15 menit…
