SUARAAGRARIA.com, Sulteng: Yayasan Tanah Merdeka mendukung aksi blokir lalu-lintas PT. Donggi Senoro (PT. DS-LNG) dalam mengangkut material untuk pembangunan kilang minyak di Desa Senorang, Kecamatan Batui Selatan baru-baru ini. Wajar, kenapa juga perusahaan tersebut tidak menepati janjinya memperbaiki jalan.
“Aksi ini adalah buntut kekecewaan warga yang sudah berkali-kali menagih janji PT. DS-LNG, agar merealisasikan janjinya memperbaiki jalan di tiga desa,” tegas Adriansa Manu, Manager Kampanye dan Jaringan YTM (Yayasan Tanah Merdeka).
Menurut Adriansa, berdasarkan catatan YTM pemblokiran terjadi tanggal 6 november 2013 di tiga tempat, Desa Bone Balantak, Kecamatan Batui Selatan, Desa Noge Kecamatan Batui, dan Desa Nonong Kecamatan Batui.
Aksi ini adalah akumulasi kemarahan warga yang telah berkali-kali mengingatkan agar perusahaan segerah merealisikan janjinya untuk memperbaiki jalan yang mereka gunakan.
Sementara pihak pemerintah Kabupaten Banggai, sama sekali tidak melakukan desakan, kepada setiap perusahaan agar membangun jalan dan memperbaiki setiap jalan yang rusak akibat aktivitas perusahaan-perusaan tersebut.
Yayasan Tanah Merdeka juga memandang, perusahaan DS-LNG, dan PT. KLS dan PT. Sawindo jangan hanya mengambil keuntungan semata, tetapi pentingkan kesejahteraan rakyat.
Apa yang terjadi di kabupaten Banggai adalah satu kasus yang buruk, dimana perusaan cenderung mengabaikan hak-hak masyarakat dan masih banyak kasus-kasus lain seperti juga di Kabupaten Morowali.
“Yayasan Tanah Merdeka juga menganggap bahwa pemerintah Kabupaten Banggai lalai terhadap masalah-masalah yang dihadapi rakyatnya,” ujar Adriansa.
Sumber: suaraagraria.com
