Yayasan Tanah Merdeka
Fokus Pada Riset dan Advokasi Sumber Daya Alam Serta Perburuhan.

Advokasi dan Riset Sumber Daya Alam
- Memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
- Memastikan sumber daya alam dapat memberi manfaat bagi warga
- Mendorong proses transisi energi berkeadilan


Advokasi dan Riset Perburuhan
- Mendorong agar buruh mendapatkan hak yang layak
- Mendorong perbaikan keselamatan dan kesehatan kerja buruh
- Mengkritisi praktek-praktek union busting bagi buruh kawasan pertambangan dan pengolahan nikel
“Persoalan sumber daya dalam dan buruh tak bisa dipisahkan. Tidak jarang pengelolalan sumber daya alam mendiskriminasi buruh hanya sebagai objek. Padahal merekalah subjek utama dalam prosesnya.”

Richard Labiro
Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka
Publikasi
-

Kondisi Petani Kakao di Lembantongoa
Krisis Kakao perlahan-lahan mendorong para petani mengubah tanaman perkebunan ke komoditi Kopi, Fanili dan Merica. Di saat menunggu masa panen komoditi baru ini, sebagian petani bergantung hidup pada kerja harian dan menanam tanaman hortikultura. Lemban, begitulah desa ini dikenal oleh orang-orang yang mendiami segenting kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan Hutan Lindung (HL) di Kecamatan…
-

Efek Pemanasan Global, Banyak Petani Gagal Produksi
PALU, beritapalu.NET | Direktur Yayasan Tanah Merdeka (YTM) Marianto Sabintoe menyatakan kondisi petani di pedesaan hari ini semakin memprihatinkan. Banyak petani mengalami gagal panen karena musim yang tak menentu. Dia menyebut hal itu terjadi karena efek pemanasan global yang kian berdampak akibat produksi yang sarat beban lingkungan. “Efek pemanasan global saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.…
-

YTM: Input Pertanian Menjadi Satu Kendala Petani Miskin
Palu-Staf Riset dan Pengorganisasian Yayasan Tanah Merdeka (YTM) Richard Labiro menyatakan salah satu penyebab gagalnya produksi petani miskin di pedesaan adalah input pertanian yang masih terbelakang. “Petani-petani miskin di pedesaan tak dapat berproduksi baik, karena mayoritas masih menggunakan alat pertanian sederhana selain ketiadaan modal.” Kata Richard Richard menyebut di Desa Rompo, Kecamatan Lore Tengah (behoa),…
-

Restrukturisasi Pemilikan dan Penguasaan Tanah, Bukan Solusi Bagi Petani Berkelas
Palu-Ketimpangan pemilikan, penguasaan tanah dan sumber-sumber agraria berakar dari struktur masyarakat berkelas. Hal itu, mudah kita amati dalam studi-studi agraria, maupun pengamatan di lapangan. Tanah diolah bukan untuk kebutuhan subsistensi semata, tetapi produksinya dijual di pasar. Kondisi ini, tidak hanya terjadi dalam masyarakat yang kapitalistik. Namun, masyarakat yang non-kapitalis sekali pun telah lama berhubungan dengan…
-

Tuai Tanda Tanya Warga Korban Tambang Jadi Tersangka
SULTENG RAYA – Delapan warga Desa Balukang, Kecamatan Sojol, yang dijadikan tersangka oleh Polres Donggala terkait tambang galian C di daerah tersebut, menuai tanda tanya oleh warga setempat. Delapan warga itu masing-masing berinisial US, FA, MUS, BAS, BAH, SAK, AK dan HAB. “Sangat ironis, kami yang merupakan korban terhadap keberadaan tambang di desa, tetapi justru…
-

Perkebunan Sawit dan Perlawanan Rakyat Bualemo
“Mati lebih baik dari pada harus hidup sebagai buruh perkebunan sawit.”(Burhan Waminu) Tanggal 1 Februari 2016, PT Wiramas Permai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kepada 278 pekerjanya. Sebelumnya, pada 21 Februari 2015, PT Wiramas Permai telah mengurangi tenaga kerjanya sebanyak 179 orang. Jadi, ada 457 pekerja PT Wiramas Permai yang di-PHK secara sepihak tanpa…
-

Pak Agus: “Mempertahankan Tanah Adalah Jihad”
Senja hampir usai dan alam mulai beranjak gelap, serangga-serangga halus memenuhi udara di atas jalan yang berlubang itu, beberapa masuk di mataku dan terasa perih, laju sepeda motor sedikit kuperlambat. Desa Malik, nama kampung ini, sebuah desa di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Sejak enam tahun lalu, kecamatan ini bergolak. Gerakan spontan petani melawan…
